Daftar Negara Yang Menjadi Pusat Bisnis di ASIA

jasaimportmurah.com – Asia adalah benua yang sangat unik dengan budaya, geografi, dan ekonomi yang paling beragam dibandingkan dengan benua lain. Asia juga merupakan benua terbesar dan negara terbesar di dunia. Dari puluhan negara yang terdaftar di Asia, terdapat beberapa negara berkembang yang memiliki kekuatan di kancah bisnis dunia dan tidak kalah dengan negara maju di barat. Negara-negara ini menjadikan Asia sebagai pusat bisnis.

Keunggulan beberapa negara Asia yang memiliki sumber daya alam melimpah dan jumlah penduduk yang besar sebagai sumber daya manusia semakin memperkuat posisi Asia sebagai pusat bisnis. Tetapi ada juga negara-negara Asia yang dibatasi dalam dua hal ini tetapi dapat maju pesat dengan perkembangan industri dan teknologinya. Bagaimana Asia sebagai pusat bisnis terbesar muncul? Berikut ini akan mengulas negara-negara Asia yang merupakan pusat bisnis sehingga memiliki pendapatan yang sangat tinggi.

1. Arab Saudi

Arab Saudi bergabung dengan Organisasi Perdagangan Dunia pada tahun 2005 dan merupakan anggota pendiri OPEC. Negara ini menjadikan dirinya negara terkaya di Asia dalam hal Paritas Daya Beli dan PDB dengan pilar ekonomi dan produksi utama produk minyak bumi. Pusat bisnis perminyakan ini memiliki pendapatan rata-rata US $ 53.149 per tahun atau setara dengan Rp. 708 juta per tahun. Arab Saudi adalah negara terkaya di Asia.

2. Taiwan

Taiwan merupakan pusat bisnis IT dengan pendapatan rata-rata US $ 43.599 per tahun atau Rp. 581 juta per tahun. Sekitar tahun 1960, Taiwan memiliki ekonomi pertanian yang cukup sukses. Kemudian selama beberapa dekade terakhir, negara ini lebih terbuka terhadap peningkatan teknologi dan pelatihan kelembagaan dari negara lain.

3. Jepang

Jepang tidak terlalu kaya akan sumber daya alam. Namun berkat budaya yang berorientasi pada kerja keras dan inovasi di bidang teknologi, bangsa ini berhasil menempati posisi tiga negara dengan pendapatan terbesar. Jepang sedang membangun bisnis raksasa di industri otomotif, elektronik, dan pinjaman. Perekonomiannya sangat kuat dengan pendapatan rata-rata US $ 38.216 per tahun atau Rp. 509 juta per tahun. Jepang memiliki beberapa kota yang modern dan akomodatif dalam dunia industri pengembangan penelitian yang tiada duanya.

4. Korea Selatan

Belajar dari Korea Selatan sambil mencoba bangkit dari keterpurukan. Korea Selatan mengalami masa-masa sulit dari Perang Korea hingga tahun 1970-an. Ini membuat negara ini sangat miskin. Berkat inovasinya dalam produksi otomotif, galangan kapal dan elektronik, kini Korea Selatan memiliki perekonomian yang berkembang pesat di Asia dengan pendapatan rata-rata US $ 36.528 per tahun atau Rp 487 juta per tahun. Ini telah membawa kemajuan besar dalam kualitas hidup dan pendidikan masyarakat pada umumnya.

5. Uni Emirat Arab

90 persen dari output ekonomi UEA berasal dari produk minyak bumi dan minyak bumi. Ini menjadikan Emirates pemain utama di Organisasi Perdagangan Dunia dan OPEC. Dengan pendapatan rata-rata US $ 35.400 per tahun atau Rp. 471 juta.

6. Malaysia

Salah satu faktor utama keberhasilan Malaysia adalah bisnis dalam skala internasional. Selain hubungan bisnis internasional, Malaysia juga merupakan pengekspor minyak utama, baik minyak sawit maupun minyak mentah. Selain itu, Malaysia juga membuat pengumpul energi terbarukan yaitu panel surya. Sektor yang unik bagi ekonomi Malaysia adalah industri pariwisata medis yang besar. Pendapatan rata-rata Malaysia adalah US $ 25.833 per tahun atau Rp 344 juta per tahun.

7. Turki

Turki adalah salah satu negara yang memperoleh keuntungan signifikan di sektor pertanian. Negara ini juga merupakan kontributor konstruksi terbesar kedua di dunia dalam hal kontraktor dan material. Turki memiliki pendapatan rata-rata US $ 19.610 per tahun.

8. Thailand

Thailand masih mengandalkan ekonominya di sektor pertanian, dengan sedikit ketergantungan pada teknologi. Namun di sisi lain, Thailand juga memiliki ekonomi pasar gelap terbesar, yang diperkirakan memiliki hampir 41 persen dari PDB di belakangnya. Meski begitu, Thailand memiliki pendapatan rata-rata US $ 16.081 per tahun.

9. Cina

Hampir semuanya dibuat di China, termasuk sistem ekonominya yang luas. Dikenal sebagai pengekspor konstruksi, elektronik, sebagian besar tekstil dan barang-barang plastik terbesar, China memiliki pendapatan tahunan rata-rata US $ 14.190.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *